Menarik Dikunjungi

Silahkan Klik untuk selengkapnya

Cerita Sunset

Silahkan klik untuk selengkapnya

Menatap Jauh

Silahkan klik untuk selengkapnya

Kita dan Mereka

Silahkan klik untuk selengkapnya

Berbagi Foto

Silahkan Klik untuk selengkapnya

PLTK

Pernah ada cerita tentang orang yang melapor ke kantor polisi karena kehilangan sepedanya, tapi sepertinya ini hanyalah karangan belaka. “pak, sepeda saya hilang”, polisi itu menjawab, “kalau sepeda hilang itu jarang didapat pak”, dengan girang bapak itu berkata, “tidak apa-apa pak, itu lebih bagus lagi”..(jarang: kuda)

Kuda memang salah satu ternak yang bisa masuk nominasi ternak tergagah, selain penampilannya yang memang terlihat jantan, juga memiliki tenaga yang kuat. Dahulu katanya banyak yang menggunakan kuda sebagai kendaraan pribadi hingga kendaraan perang. Jika berbicara kekuatan, sebenarnya banyak hewan lain yang lebih kuat dari kuda, misalnya gajah, kerbau atau badak, tapi meskipun hewan tersebut kuat, tapi tidak gesit seperti kuda karena tubuh yang terlalu besar. Atau tentang kecepatan lari, banyak yang lebih gesit berlari dari kuda, misalnya macan atau jaguar atau hewan pemburu lainnya, tapi meskipun cepat berlari, tubuh hewan tersebut terlalu kecil dan tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai kendaraan untuk mengangkut barang, apalagi ditunggangi seperti kuda. Jika tidak percaya macan atau jaguar tidak bisa ditunggangi, silahkan coba sendiiri. Tentang kehebatan kuda kitab pun telah menjelaskan “Demi kuda perang yang lari kencang terengah-engah, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulannya. (QS.100:1-2)” Selain itu, kuda sangat mudah kita temukan disekitar kita, kuda juga merupakan hewan yang setia, kuda piaraan tidak akan meninggalkan majikannya kecuali dalam keadaan terpaksa atau jika majikan dan kudanya belum bersahabat.  Sangat banyak yang mengatakan bahwa kuda mampu berlari kencang dengan beban sekalipun dalam waktu yang cukup lama, selain itu, kukuatan kuda sangat stabil sehingga kadang kekuatan suatu mesin diukur dalam satuan kuda. Menurut Wikipedia kuda bisa mencapai kecepatan maksimal hingga 76 km/jam

Di daerah jeneponto kita bisa menemui begitu banyak kuda, dan masih banyak aktifitas masyarakat yang mengandalkan kuda sebagai penyedia jasa tenaga yang bisa diandalkan. Misalnya di pasar, akan banyak berjejer bendi/dokar untuk transportasi masyarakat. Mengangkut barang, misalnya garam, padi dan hasil kebun lainnya menggunakan kuda. Sampai jasa mengenyangkan perut, bisa kita temui banyak warung coto kuda atau masakan lain dengan brand dasar kuda. Sehingga tidak heran, di tengah kota berdiri kokoh patung kuda berwarna putih.

Jika tenaga kuda yang stabil dan mudah diperoleh di daerah jeneponto misalnya, tentu akan sangat menarik jika bisa dimanfaatkan sebagai media untuk menghasilkan energy listrik. Pembangkit listrik tenaga air, dalam skala mikro atau picohidro tentu akan sangat sulit diterapkan di daerah tersebut karena kurangnya persedian air alam yang ada. Tetapi bukan hal yang tidak mungkin, jika air sebagai dasar pembangkit bisa diganti oleh kuda, intinya pembangkit disini bagaimana agar turbin bisa berputar dan menghasilkan energy listrik.





Sedikit tentang pembangkit mikrohidro yang menggunakan tenaga air, dengan meggunakan jenis pompa end-suction centrifugal pump,  dan efisiensi turbin sebesar 70%.  Maka turbin bisa bekerja pada putaran 1400 – 1450 rpm, net head 48 m dan design flow 30 liter/detik.  Daya keluaran poros turbin akan ditransmisikan ke generator dan bisa menghasilkan output generator sebesar 7.5 kW dengan toleransi perubahan debit yang diijinkan adalah 20%. 

Mungkin bisa jika air kita ganti dengan membuat sebuah rol dengan tumpuan yang berputar seperti alat lari fitness dan menjadikan kuda sebagai pemutar turbin yang tugasnya berlari diatas tumpuan tersebut. Dengan kekuatan maksimal kuda 76 km/jam kita ratakan menjadi 60 km/jam saja dan toleransi 20% seperti pada penggunaan air kemudian dikonfersi ke rpm, mungkin bisa mendapatkan sekian watt.

Ini hanyalah sebuah gambaran umum dari ide nakal yang tak berkesudahan, tapi mungkin menarik jika ada yang mau melakukan penelitian kelayakan rencana tersebut. acc

sakit, semakin meningkat

Semakin lama semakin banyak jumlah rumah sakit yang dibangun, berbagai macam teknologi canggih dan obat-obatan baru bermunculan, harga pun akan berbanding lurus untuk mendapatkan fasilitas yang ada. Ruangan yang disiapkan mulai dari kelas menengah kebawah untuk pasien rawat inap, yang penjaga pasien biasanya tidur di kolom ranjang pasien, hingga kelas VVIP dengan fasilitas AC, kulkas, TV dan berbagai fasilitas mewah lainnya.
Semakin banyak rumah sakit, semakin banyak pula orang sakit. Beberapa orang yang pernah mencari ruangan untuk rawat inap katanya tidak bisa langsung mendapat ruangan yang diinginkan, biasanya harus menunggu dulu hingga beberapa hari.
Fenomena orang sakit yang mungkin setiap tahun jumlahnya terus bertambah mungkin dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang kurang sehat. Secara pribadi saya merasakan beberapa tahun terakhir banyak keluarga atau teman yang dikabarkan sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Ada yang kembali sembuh dan ada juga yang harus kembali bertemu dengan pencipta. Penyakit maag, usus, kolesterol, hypertensi, tumor, kista, kanker dan sebagainya sangat akrab terdengar di telinga saya saat 2005 awal hingga sekarang. Saya menganggap ini sebagai sebuah penurunan kualitas kesehatan dan ketahanan tubuh. Mungkin seirama dengan peningkatan teknologi dan instanisasi makanan bahkan instanisasi segala hal.
Sebagai perbandingan, masyarakat dahulu tidak begitu paham masalah steril, petani biasanya makan di tepi sawah saat  habis bekerja, cuci tangan seadanya, biasanya masih ada tanah yang tertinggal diselah kuku. Tapi mereka tidak juga merasakan sakit perut, atau muntah karena mungkin tangannya kotor dan  bercampur bakteri saat makan. Sekarang jika anak-anak mau makan diajarkan mencuci tangan pakai sabun, itupun sabun cair, jika sabun batang dikhawatirkan kuman akan berpindah. Semakin ketat aturan kesehatan bagi masyarakat saat ini, tapi semakin besar pula peluang serangan penyakit bagi tubuh.
Kondisi ligkungan sekarang yang serba zat kimia dan bahan-bahan canggih mungkin penyebab menurunnya daya tahan tubuh dan serangan penyakit. Serta aktifitas yang serba teknologi sehingga kadang otot harus tidur dari tugasnya. Nenek kita dulu untuk ke suatu tempat ditempuh dengan berjalan kaki, atau jika dari kebun dia harus memikul pisang atau kelapa pulang ke rumah, otomatis ototnya bekerja dan berkeringat, saat orang berkeringat terjadi pembakaran dalam tubuh, dan memungkinkan zat berbahaya  di dalam tubuh ikut keluar bersama cairan keringat tersebut. Sangat berbeda dengan kondisi orang sekarang pada umumnya, jika hendak ke suatu tempat kebanyakan menggunakan motor atau mobil sehingga tidak banyak tenaga yang keluar, ditambah aktifitas kerja yang duduk di meja dan fasilitas AC sehingga keringat pasti malu untuk keluar merayap di selah pori-pori. Ditambah dengan gaya hidup, makanan atau benda sehari-hari yang digunakan banyak mengandung zat kimia atau zat berbahaya lainnya. Misalnya pada gambar berikut: 


Tapi sekarang bukan hanya orang kantoran saja yang gampang diserang penyakit, dengan gaya hidup yang seperti di atas, tapi petani pun sudah banyak yang berguguran karena serangan penyakit berbahaya. Petani sebenarnya adalah korban dari keinginan untuk mendapatkan hasil yang banyak tanpa harus susah payah melawan musuh bebuyutan seperti hama, gulma, dan pengganggu lainnya, sehingga mereka menggunakan pestisida atau insektisida dan sejenisnya untuk menjaga tanaman mereka hingga panen. Pestisida itu sendiri adalah bahan pencegah atau akrab disapa racun untuk tanaman atau hama yang tidak diinginkan. Tapi pestisida bukan zat pintar yang hanya menyerang objek yang kita inginkan, tapi memberi efek bagi lingkungan, dan sangat sering pestisida menjadi senjata yang memakan tuannya. Jika petani menyemprot tanaman dengan pestisida, itu membuka peluang bagi petani untuk ikut menghirup semburan air yang keluar, ditambah lagi pestisida ikut melengket di pakaian petani, tanah dan lingkungan tempat petani hidup sehari-hari. Mungkin itu penyebab banyak petani yang harus gantung cangkul karena sakit. Petani dulu mungkin belum mengenal pestisida sehingga kesehatan mereka tetap terjaga dan selalu fit, sehingga wajar jika memiliki usia yang panjang. Membasmi tanaman penggangu dengan cara dicabut, diparangi atau dicabik-cabik dengan cangkul, melawan hama tikus dengan ular, atau burung pengganggu padi dengan orangan sawah dan lain-lain.
Zat kimia dan racun berbahaya bagi tubuh, semanis apapun bentuknya. Buah-buahan atau sayuran merupakan sumber vitamin, tapi jika disemprot dengan pestisida maka racun akan menempel pada kulit dan semoga tidak meresap hingga ke daging, untuk mengantisipasi itu maka kita disarankan untuk mencuci terlebih dahulu, namun jika dicuci pakai sabun atau bahan cuci lainnya juga mengandung zat kimia yang juga berbahaya, jika dicuci tanpa sabun hanya dengan air saja, bisa jadi zat racun yang melekat tidak akan hilang.
Berbagai penyakit muncul, memacu munculnya pula berbagai obat-obatan, maka berbahagialah apoteker karena obatnya laris manis. Obat adalah bahan atau zat yang digunakan untuk mencegah atau mengantisipasi penyakit dalam tubuh. Obat kebanyakan menggunakan zat kimia, ada juga racikan dari bahan alami dan disebut obat herbal. Sealami apakah herbal itu, entahlah, saya tidak tertarik untuk mencari tau. Bahan kimia pada obat mungkin secara langsung tidak memberi efek buruk, tapi hampir semua obat memiliki efek samping, misalnya obat batuk yang banyak dijual, biasanya menyebabkan kantuk, dilarang dikonsumsi oleh orang hamil atau anak dibawah umur, artinya obat tersebut adalah obat keras yang bisa memberi efek negatif terhadap orang yang konsumsi jika tubuh orang tersebut tidak mampu menahan kandungan pada obat. Pernah juga ada yang mengatakan bahwa obat itu akan menyebabkan ketergantungan jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu. Atau biasa ada kasus orang overdosis, atau jika obat tidak cocok menyebabkan jantung menjadi berdebar-debar, keringat dingin dan sebagainya. Jika seperti itu maka obat bisa menjadi racun dalam waktu yang bersamaan. Ketergantungan manusia modern pada obat juga sangat tinggi, sehingga sakit sedikit saja selalu mengkonsumsi obat. Sebuah tradisi pengobatan demam dan beberapa jenis penyakit lainnya yang biasa dilakukan di kampung dengan cara tradisonal, namanya "sahatu" cara kerjanya sederhana, demam akan hilang jika kita mengeluarkan keringat, sahatu ini menggunakan uap, dalam wadah seperti panci besar diisi air, daun-daun yang dipercayai memiliki fungsi obat, namanya lupa, kemudian beberapa bahan lainnya. Orang yang sakit harus duduk di bangku menggunakan sarung kemudian panci tersebut diletakkan diantara kaki, sarung harus menutupi seluruh tubuh mulai dari kaki hingga kepala, kemudian batu atau besi yang telah dibakar sebelumnnya hingga panas maksimal sekitar 3 atau 4 buah, dimasukkan ke dalam panci yang berisi air, maka uap akan keluar dengan aroma daun-daun, pasien pun akan mengeluarkan keringat hingga lendir yang ada dihidung akan ikut keluar biasanya. Atau pengobatan penyakit dalam seperti batuk biasanya digunakan tanaman yang sangat pahit, namanya "sambiroto", cukup 3-5 lembar yang direndam dalam gelas berisi air panas, tunggu hingga dingin dan minum, sangat pahit memang, tapi jika dilakukan hingga 3 kali bisa sembuh. Atau sakit perut, mencret atau muntaber biasanya digunakan kunyit hitam yang habis diparut, dicampur air panas kemudian ditapis untuk membuang ampas. Dan masih banyak obat tradisional lainnya.
Tapi seiring perkembangan segala yang berkembang, obat tradisional mulai menghilang, ada juga yang mengonsumsi obat tradisional tapi tidak sembuh, mungkin kualitas obat tradisional juga ikut menurun atau tingkat penyakit orang yang semakin susah untuk disembubkan. Entahlah..
(acc; RS Bayangkara, Maleo 7, 12.55AM)

sumber tabel: http://fygy.wordpress.com/2009/06/18/efek-bahan-kimia-bagi-kehidupan-sehari-hari/

Pembangkit Listrik Tenaga Cinta V2

Sudah pernah sebelumnya membahas mengenai pembangkit listrik tenaga cinta di blog ini, saat saya baca kembali, terasa aneh dan sangat banyak kekurangan. Maka dari itu saya mencoba untuk kembali menulis dengan judul yang sama, yang mungkin hasilnya akan sama tidak maksimal. 
   Pertama mari kita definisikan listrik. Menurut wikipedia, listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya. Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel.Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.
Bersama dengan magnetisme, 
listrik membentuk interaksi fundamental yang dikenal sebagai elektromagnetisme.
   Saya sendiri menganggap 
listrik itu sebagai sebuah kekuatan yang tidak nampak secara kasat mata, tapi sebab dari listrik bisa dilihat dan dirasakan. Listrik sebagai sumber energi merupakan sebab yang bisa menciptakan banyak akibat. Pada dasarnya bumi ini menyediakan sumber listrik terbesar yaitu petir, dan mampu memenuhi kebutuhan listrik semua orang di dunia ini. Cuma yang belum bisa ditemukan adalah media yang mampu menampung petir tersebut kemudian didistrubisi dalam volume kecil untuk kebutuhan listrik masyarakat maupun industri.
   Sama dengan pembahasan tentang 
kenapa harus ada nabi dan malaikat, bukan karena tuhan tidak mampu memberikan ajaran secara langsung kepada manusia, tapi karena manusia tidak mampu menerima energi tuhan yang begitu besar secara langsung, sehingga membutuhkan malaikat dan nabi sebagai perantara.
Sumber listrik dari 
pembangkit listrik tertentu atau petir bukan tidak bisa menyuplai secara langsung, tapi konsumen yang tidak sanggup untuk menerima, sehingga membutuhkan perantara seperti gardu induk dan trafo.
   Pembangkit listrik pada 
dasarnya memiliki tujuan yang sama, menciptakan energi magnetis yang bisa dihasilkan dari sebuah putaran atau panas yang konstan. Seperti pembangkit listrik tenaga air, tenaga uap, tenaga diesel dan tenaga angin yang memanfaatkan media tersebut untuk memutar sirkit, atau solar sel yang memanfaatkan panas matahari kemudian dikonfersi pada baterai untuk menyimpan energi listrik.
Jika kita mampu membuat 
sebuah pembangkit yang bisa ditemukan dimana saja dan pada siapa saja, akan sangat menarik untuk dijadikan sebagai suplay listrik.

Sedikit tentang cinta.
Saya pernah mendengar bahwa 
manusia itu diciptakan atas dasar cinta. Perasaan atau gejolak yang mugkin dimiliki oleh setiap manusia. Cinta itu sendiri memiliki banyak defenisi dari berbagai pakar.  Saya sendiri menganggap cinta itu abstrak mutlak tak terkendali, cinta itu meliputi segala sesuatu dalam relung asa dan rasa. Orang yang  kehilangan yang dicintai akan merasa hampa, putus asa dan mungkin akan berfikir pendek. Beda dengan orang yang sedang jatuh cinta, perasaannya bisa memacu adrenalin dan memaksimalkan pembakaran dalam tubuh, jadi wajar jika yang sedang jatuh cinta akan keringatan saat bertemu yang dicintainya, selain itu juga akan memancing kerja akal lebih maksimal dalam berfikir, membuat syair atau puisi yang indah,  artinya cinta itu sangat mempengaruhi kerja akal dan memiliki energi yang kuat.
Jika pernah melihat atau 
merasakan jatuh cinta pada seseorang, mungkin akan tau bagaimana rasanya jika bertemu atau ingin mengatakan cinta pada orang tersebut. Itu akan memacu pembakaran, sehingga jantung akan berdebar, secara otomatis suhu tubuh pasti akan meningkat. Dari suhu tersebut bisa menghasilkan sebuah energi yang bisa dikonversi ke dalam bentuk energi listrik dan disimpan pada baterai.
Sedikit sama dengan pemanfaatan
panas matahari atau suhu pada solar cell, yang membedakan adalah objek dan besar energi yang dihasilkan.  Pada solar cell suhu 25 derajat celcius bisa menghasilkan 2.73 volt.
 
saat terjadi pembakaran dalam tubuh manusia bisa menghasilkan 60 kalori bagi laki-laki sedangkan pada perempuan bisa mencapai 50 kalori
Jika dikonversi 1 kalori= 4.2 joule. Sedangkan 1 watt= 1 joule per second = 14.34 kalori per menit. Jika ada laki-laki dan perempuan yang sedang jatuh cinta satu sama lain, dan berada dalam ruang yang sama, maka 60 kalori laki-laki + 50 kalori perempuan akan menghasilkan  110 kalori. 
Jadi 110:14,34=7,67 joule atau 7,67 watt per menit.
Jika jumlah kalori yang 
keluar dari tubuh bisa stagnan atau malah meningkat selama 1 jam, artinya bisa menghasilkan energi listrik sebesar 7,67 x 60 = 460,2 wat/jam.
460 watt lebih besar dari jumlah listrik untuk rumah
sederhana yang biasanya cuma disuply sebesar 450 watt. Artinya jumlah yang dihasilkan dari kalori tersebut bisa menyuplai listrik 1 rumah.

Kekuatan cinta, bisa menghasilkan energi yang besar, bisa menerangi dan bisa menyengat seperti listrik yang memberi respon kejut bagi yang menyentuhnya (acc)

Jam 1 malam

baru mengudara lagi, setelah sekian masa tertidur..hehe
Kadang bingung mau menulis apa, pertama karena memang kurang referensi akibat dari malas membaca, kedua karena memang tidak punya bakat yang super luar biasa dalam menulis, ketiga karena kadang belum ditulis sudah pesimis duluan.

Tadi saya membaca beberapa hasil tulisan orang di media online, semacam cerita atau kisah, ada juga berita, opini dan info-info perkembangan dunia. Yang menarik adalah, saya melihat disana ada kepercayaan diri yang luar biasa, yang sebenarnya karya yang mereka buat "maaf" biasa-biasa saja. cuma mau menyampaikan bahwa dia putus dengan pacarnya, misalnya, tapi dirangkai dalam sebuah puisi atau sebuah cerpen, sehingga itu terlihat menarik dan menggugah hati.
Harus diakui, malas membaca maka jangan berharap bisa membuat tulisan yang menarik. Memiliki kosakata yang banyak syarat penting tentunya, dan itu ditemukan lewat membaca.

Jika kepercayaan diri digabung dengan kemampuan dan pengetahuan yang luas, maka potensi menulis yang dulunya kecil akan membludak menggemparkan semua orang. Apalagi jika itu dimiliki oleh anak muda progresif yang masih segar, tak sanggup saya bayangkan luar biasanya.
setidaknya ini bisa menjadi referensi untuk kita semua, untuk saya pula yang baru belajar menyusun kata-kata, yang selalu gagal membuat kreasi sumbang tanpa makna.
Tapi keinginan untuk terus lebih baik, tentunya harus selalu ada..

Ramadhan punya cerita

Siapa yang tidak bersuka cita dengan kehadiran bulan ramadhan disetiap tahunnya. Bulan special diantara semua bulan yang diperuntukkan bagi manusia, untuk berbuat baik dan mengumpulkan pahala sebanyak mungkin, (sayangnya saya tidak bisa lampirkan potongan ayat atau hadits untuk melegitimasi bahwa pernyataan saya tadi benar).
bagaimana tidak, selain bonus-bonus rohani yang banyak, bonus beruba non-rohani juga bisa ditemukan dalam bulan ini, seperti THR bagi para pekerja, libur sekolah bagi siswa atau libur bulan puasa bagi mahasiswa, kecuali polisi yang selalu standy di depan masjid, tidak libur dan harus mengamankan jalannya shalat tarwih, tapi pasti pak polisi juga dapat tambahan honor tentunya.
anak-anak kecil dengan riang berlari-lari, bermain dengan temannya tanpa larangan dari orang tua yang biasa memaksa anaknya cepat tidur karena esok hari harus upacara bendera. Atau para muda mudi yang sudah mulai tumbuh kumis tipisnya, tentu tak mau kalah eksist, keluar dan menjadikan moment ini sebagai moment paling indah untuk mencari atau me-nyudut dengan pasangannya, sekedar bercerita mungkin tentang menu buka puasa atau menu sahur sebentar, entahlah, hanya mereka dan tuhan yang tau, dan yang menguping pembicaraan mereka tentunya.
bapak-bapak, ibu-ibu dengan khusuknya duduk dengan rapi dibarisan untuk shalat sunnah berjamaah.
kakek-kakek, nenek-nenek kebanyakan standby di rumah jaga kandang, karena lutut atau tulang yang sudah susah diajak kompromi untuk melakukan aktifitas.
mungkin ini bisa disaksikan hampir disemua pelosok hingga jantung kota...
Cuma yang agak susah dibedakan adalah suasana malamnya biasa sedikit mirip dengan suasana malam tahun baru, kembang api dan petasan dimana-mana, dan kadang mengagetkan imam masjid sehingga lupa dengan hafalan ayatnya.
atau kadang pula pada moment ini tiba-tiba terdapat beberapa arena road race dadakan bagi mereka yang memiliki insting valentino rossi cukup tinggi. Kalau di kota seperti makassar, kita bisa menemukan suasana layaknya sedang berada disebuah resepsi pernikahan, suara elektone yg cukup besar dengan alunan melodi biasa memaksa jempol untuk bergoyang sendiri, mobile elektone penyebutan yg lebih keren mungkin.
Bagi orang-orang berada, mengadakan acara buka puasa dan mengundang masyarakat satu kompleks adalah hal yang paling menarik untuk tambah-tambah pahala dengan tema berbagi.. atau para mahasiswa yang dengan gencarnya mencari sumbangan untuk melakukan kegiatan-kegiatan untuk membantu orang tidak mampu dengan spirit sosialnya.
Pinggir jalan juga tak kalah ramainya dengan gambar bukan artis, gambar yang sudah dipoles sedemikian rupa dengan niat agar terlihat gagah atau cantik, ucapan selamat berpuasa dengan embel2 lain. layaknya iklan barang yang ada di tv.
endingnya tentu pakaian baru, serba baru untuk dipakai siarah..

Ramadhan punya banyak cerita..
suka maupun duka.
acc.

tahun baru lagi

Ini bukan sebuah bentuk larangan ataupun sok idealis menentang acara perayaan tahun baru.
Sekedar sebuah refleksi yang muncul dari hati kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan kasar seperti yang anda baca sekarang.
Seperti tulisan saya tahun lalu di blog ini, "keresahan tengah malam"
Kemarin, tepatnya 31 desember 2011 sejak siang hingga menjelang subuh 1 januari 2012, suasana kota sangat ramai, orang-orang hilir mudik mengisi ruang-ruang santai atau hiburan atau tempat rekreasi menghabiskan waktu dan tentunya dana. Mungkin karena bertepatan dengan hari libur (sabtu-minggu) sehingga perayaan tahun baru kali ini terlihat begitu meriah, masyarakat menyambut dengan antusias, layaknya perayaan hari besar seperti idul fitri atau idul adha. Tak tanggung-tanggung pula orang-orang mengeluarkan dana yang cukup banyak untuk perayaan ini, contoh kecil saja membeli kembang api seharga 150 ribu satu buah. Bagi orang yang sudah cukup umur biasanya merayakan dengan membuat acara kecil-kecilan seperti bakar-bakar ikan, bakar jagung ke tempat wisata bersama keluarga dan sebagainya. Anak muda biasanya ke tempat hiburan malam seperti diskotik untuk clubing, ke hotel atau ke wisma misalnya bahkan bagi yang kurang bermodal cukup ke tempat remang-remang bersama pasangan tentunya. Alasan bukti keseriusan, pemorkosaan atas nama cinta pun biasanya terjadi.
Puncak perayaan tepat pada jam 12.00 waktu setempat, bisa kita temukan sebuah suasana gemuruh bak di medan perang, letusan bersahutan menyambut menit2 pergantian tahun.
Sebuah prosesi yang mungkin beberapa orang sakralkan.
Sejenak saya berfikir, sekedar pergantian tahun yang sebenarnya cuma angka penulisan yang berubah ataupun kalender yang diganti dirayakan begitu meriah seperti ini, dimana letak spesialnya?
Sedikit sebagai referensi, Hari tahun baru yang jatuh pada tanggal 1 Januari diadopsi dari kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan pada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.
Ini yang kemudian hampir seluruh orang dari kota hingga pelosok desa rayakan.
Ribuan masyarakat penuhi ruas-ruas jalan, macet tentu tak terhindarkan lagi, dengan mata sendiri saya menyaksikan sebuah ambulance yang membawa orang sakit terperangkap macet, gumpalang asap petasan memenuhi udara, suara teromper, petasan, kembang api bergemuruh memecah malam. Anehnya tak satu orang pun yang protes.
Coba kita bandingkan, aksi mahasiswa yang biasanya cuma ratusan orang saja dan menyebabkan macet, suara orasi yang tak sebesar suara petasan dan terompet, gumpalan asap bakar ban, ambulance yang lewat pasti dikasih jalan, diprotes dari segala lini, dibusuki oleh media, padahal itu untuk kebaikan bangsa dan orang banyak, beda dengan tahun baru yang sekedar ajang hura-hura...
Tapi seperti itulah realitas yang ada, mungkin setiap orang punya prespektif masing-masing.
Sekali lagi ini hanya sebuah celoteh dari saya..
Bukan maksud menentang ataupun mengajari. (Referensi:wikipedia.com)

sumpah pemuda

Redaksi asli sumpah pemuda kurang lebih seperti berikut:

Pertama.⁠
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang. satoe, tanah Indonesia.

Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah pemuda yang telah dirumuskan pada kongres pemuda dan ditulis oleh Moehammad Yamin, dan dibacakan oleh soegondo Pada tanggal 28 Oktober 1928 Yang bertepatan pada hari ini 28 Oktober 2011 dan telah dirayakan oleh sejumlah elemen pemuda dengan berbagai metode masing-masing, mulai dari merefleksikan dalam bentuk diskusi ataupun turun ke jalan.
Banyak yang mengatakan bahwa, sumpah pemuda merupakan bukti otentik kelahiran Bangsa Indonesia. Kelahiran yang merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonial, kondisi ketertindasan itulah yang kemudian mendorong para pemuda untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 atau selang 17 tahun kemudian.
Menurut Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda yaitu lima faktor, sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan. Beberapa organisasi pemuda seperti, Jong Celebes, Jong Java, Jong Ambon, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia, Pemuda Kaum Betawi, dll, yang terlibat pada masa itu.
Berdasarkan referensi sejarah sumpah pemuda tersebut dapat dikatakan bahwa, peran para pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan dan melawan panjajah penindas cukup besar. 83 tahun lamanya masa sumpah pemuda itu telah berlalu, penjajah belanda, jepang, dan antek-anteknya yang lain sudah tidak ada lagi. Negara telah merdeka secara konstitusi seperti yang telah dikumandangkan saat proklamasi 17 agustus.
Namun ketika kita mencoba sedikit membuka mata melihat kondisi masyarakat Indonesia hari ini, layakkah dikatakan kita telah merdeka? Sejumlah masyarakat miskin berkeliaran tak jelas tempat tinggal, sejumlah anak-anak mati kelaparan, sejumlah anak tak bisa mengenyam pendidikan.
Menurut data BPS tahun 2009 sekitar 32.530.000 jumlah penduduk miskin Indonesia, atau sekitar 14.15%, dan sekitar 200.262 yang berada dibawah garis kemiskinan.
Melihat kondisi seperti itu, apa yang harus dilakukan oleh para pemuda sebagai wujud dari semangat sumpah pemuda tersebut. Saya pikir bukan sekedar dikumandangkan setiap tanggal 28 oktober, tapi sebuah tindakan lebih untuk membantu mensejahterakan rakyat. Memang kolonial belanda sudah tak ada lagi, tapi bagaimana dengan kolonial yang berbentuk lain, kolonial yang berasal dari bangsa sendiri.
Jika kita lihat, sumber daya alam bangsa Indonesia sangat banyak, negeri ini sangat kaya, tersebar dimana-mana perusahaan tambang, tapi apa hasilnya untuk masyarakat sendiri? Kemana semua hasil tambang itu?
Kata soekarno, perjuangan kalian akan lebih sulit, karena melawan bangsa sendiri.
Semangat sumpah pemuda, semoga itu tak redup...
[Acc' Referensi:wikipedia,om google :)]